Memelihara anggrek(1)

Bagaimana memelihara anggrek

Menurut orang HRD orang yang sesungguhnya dalam dirinya terdapat sifat-sifat baik, pintar dan berbakat, giat mengembangkan ilmu, suka berusaha dapat menjadi “star” atau justru menjadi “korban” karena faktor lingkungannya. Bila berada pada lingkungan yang mendukung kemungkinan ia menjadi “star” tapi pada lingkungan yang tidak mendukung , skeptis , apatis, cemburu pada kesuksesan orang lain , orang tersebut dapat menjadi “korban “ karena tidak dapat mengembangkan kemampuan dirinya.

Begitu pula dalam hal memelihara anggrek . Anggrek dapat menjadi “star” atau menjadi “victim/korban” dipengaruhi oleh dua faktor yaitu unsur manusianya (yang memelihara) dan unsur diluar yang manusia ( sinar matahari, suhu, kelembaban, dan curah hujan) .

Faktor luar /alam

Faktor alam ini yang agak sulit, karena alam tidak dapat dilawan hanya dapat disiasati oleh manusia. Begitu pula penyiasatan alam/lingkungan perlu biaya. Penyiasatan alam/lingkungan ini disebut dengan pengkondisian.

Pengkondisian anggrek dibuat seperti lingkungan anggrek dialam. Dialam anggrek tumbuh epifit, menempel pada pohon besar. Pohon penaung ini menyebabkan intensitas sinar matahari berkurang sehingga hanya bersisa 40%-60% yang mengenai tanaman anggrek tersebut. Tanaman anggrek juga memerlukan kelembaban yang cukup pula. Kelembaban didapatkan dari curah hujan dan banyaknya pohon-pohon besar menyerap air dan mengurangi penguapan sehinga terbentuk iklim mikro dibawah pohon penaung yang cocok bagi anggrek.

Mampukah manusia mengkondisikan lingkungan seperti itu?

Manusia dpat mengkondisikan lingkungan sampai hampir mirip dengan di alam sehingga anggrek dapat tumbuh dengan baik dan subur. Tempat pengkondisian lingkungan itu disebut dengan green house.

Faktor manusia

Pemupukan , penyiraman dan repotting merupakan otoritas manusia yang memelihara anggrek . Anggrek dapat menjadi baik atau malah mati karena perlakuan manusia.

Unsur Psikologi memelihara anggrek

Memelihara anggrek tidak sama seperti memelihara tanaman yang lain. Perlu perhatian dan rasa cinta terhadap tanaman anggrek. Memelihara anggrek harus menjiwai tanaman tersebut, anggaplah tanaman anggrek seperti tubuh manusia. Makan bila lapar , dan berhenti makan bila kenyang . Terlalu banyak makan tentu tidak baik . Memelihara anggrek , menyiram tidak boleh terlalu basah juga terlalu kering juga tidak baik. Jadi di tengah-tengah. Terlalu basah menyebabkan akar busuk karena akar tergenang air. Begitu pula jamur akan mudah datang. Terlalu kering juga jangan , karena tanaman akan dehidrasi.

Tanaman yang terlalu kering atau kurang air ditandai dengan kondisi daun dimana serat-serat daun akan nampak jelas, tanda air pada daun habis . Lama-lama akan menguning . Memulihkan tanaman yang dehidrasi cukup sulit. Tidak bisa disiram air terus menerus lalu sehat. Perlu waktu minimal 3 bulan untuk memulihkan agar kembali normal. Dari sisi ekonomi sudah menambah biaya karena menambah biaya pemeliharaan selama tiga bulan lagi.

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: