Membuat pupuk organik dengan menggunakan limbah darah

September 13, 2008

Bahan-bahan yang diperlukan :

Darah sapi 1 bagian (setengah liter)

EM 4 1/5 bagian dari darah

Gula ½ kg

Air 20 bagian ( 10 liter)

Saya mencoba membuat pupuk dengan media darah sapi. Darah merupakan limbah yang kurang dimanfaatkan. Di Bali , walaupun ada makanan yang menggunakan darah sebagai salah satu campuran , -sampai saat ini- darah masih bisa didapatkan secara gratis dipedagang daging.

Pertama-tama saya melakukan proses fermentasi dengan menggunakan , bakteri fermentasi EM 4. Fermentasi dilakukan pada wadah jerigen plastik. Semua bahan diatas dimasukkan jadi satu pada jerigen. Lalu ditutup rapat-rapat sehingga tidak ada udara yang masuk. Kocok jerigen kuat-kuat sehingga semua bahan tercampur rata.

Tidak berapa lama jerigen akan mengembung. Hal ini berarti proses fermentasi sedang berlangsung. Untuk mengurangi tekanan jerigen , tutup jerigen dapat dilonggarkan sampai udara keluar. Lalu ditutup kembali rapat-rapat. Tutup jerigen jangan dibuka terlalu lama , untuk menghindari kontaminasi dari luar. (ingat proses pembuatan tape! Tidak boleh dibuka-buka sebelum tape masak) . Untuk menyiasati agar dalam pembuatan pupuk kita tidak perlu membuka-buka tutupnya, ada cara sederhana yang dapat dilakukan. Lubangi tutup jerigen. Lalu masukkan selang kecil . Selang berfungsi menyalurkan udara keluar. Masukkan ujung selang satunya kedalam wadah yang berisi air. Sehingga tidak ada kontak dengan udara luar. Agar tidak terjadi kebocoran , tutup rongga pada hubungan antara tutup jerigen dengan selang dengan lilin mainan. Lilin mainan akan menutup rongga kecil tersebut.

Proses fermentasi akan terjadi selama 14 hari . Setelah empat belas hari , dalam kondisi yang tertutup rapat pupuk tahan selama 3 bulan. Setelah itu , pupuk tetap dapat digunakan , namun dengan kualitas yang telah menurun.

Setelah proses fermentasi selesai, akan tercium bau seperti bau tape. Warna pupuk merah. Untuk menghilangkan warna merah dilakukan dengan menggunakan metoda aerasi , yaitu menggunakan bakteri, dan jamur aerob. Dengan proses lebih lanjut ini maka akan didapatkan pupuk dengan warna yang lebih jernih. Dan manfaat yang yang lebih optimal.

Metoda aerasi akan memperkaya pupuk dengan bakteri , jamur dan mikroba lain yang bermanfaat bagi tanaman. Pupuk yang telah diaerasi akan sangat bermanfaat apabila disemprotkan pada bagian bawah daun sehingga merangsang stomata untuk membuka lebih cepat. Disamping itu , menurut sumber di internet ( http://www.composttea.com/earth_tea.htm), pupuk tersebut juga dapat mengurangi timbulnya penyakit pada tanaman. Meningkatkan kualitas rasa pada sayur dan buah. Meningkatkan kemampuan menyerap nutrisi dari tanaman karena mikroba membantu menyediakan nutrisi yang siap diserap tanaman.

KOMPOS JERAMI

February 6, 2009
Haji Zaka memperagakan pembuatan Kompos jerami

Haji Zaka memperagakan pembuatan Kompos jerami

Metoda pembuatan kompos jerami saya dapatkan dari http://isroi.wordpress.com . Videonya juga dapat didownload di situs tersebut .

Membuat tabung fermentor sederhana

February 1, 2009

Saya mendapat link menarik, tentang pebuatan tabung fermentor sederhana.

Dengan metoda yang sederhana kita dapat membuat biofertilizer sendiri .

http://isroi.wordpress.com/2008/10/24/fermentor-sederhana-untuk-produksi-mikroba/

Bagi teman-teman yang menginginkan peralatan yang yang lebih sederhana , mungkin hanya memperkaya mikroba yang sudah jadi saja. Tidak perlu menggunakan saringan . Dan tinggal memperkaya nya saja dengan menggunakan tambahan mollases .

Padi organik

January 15, 2009

Tanggal 1 Nopember 2008 lalu Ganesha Organik SRI bersama salah satu mitra petani di Bogor, Bpk.Suyana melakukan panen padi yang dikelola secara SRI Organik di Desa Cimayang Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Bpk. Suyana merupakan salah satu alumnus pelatihan yang dilaksanakan oleh GO SRI di Subang yang membulatkan tekad mengundurkan diri dari pekerjaannya di salah satu perusahaan Telekomunikasi swasta terkemuka dan kembali kepada profesi sebagai seorang petani yang merupakan latar belakang keluarganya di Blora.
Read the rest of this entry »

Cacing Tanah, Indikator Kesuburan Tanah

November 6, 2008

Cacing tanah mampu menghasilkan pupuk organik yang terbukti dapat memperbaiki kondisi tanah sehingga lahan menjadi subur dan menjadikan tanaman lebih produktif. Pupuk organik kascing –sebutan untuk pupuk alami dari cacing tanah ini– terbukti efektif sehingga dipercaya penggunaannya oleh para petani di Bali.
Ni Luh Kartini, Dr., Ir.,M.Si.

Read the rest of this entry »

Cara petani thailand memelihara anggrek-1

August 20, 2008

Kalau ingin mencontoh sesuatu yang baik dan masuk akal untuk  dicapai alias tidak muluk-muluk. Kita dapat mencontoh kesuksesan petani Thailand. Petani Thailand merupakan contoh petani yang berhasil  menjadi tuan rumah di negaranya sendiri sekaligus  menjadi “penjajah” keluar negeri. Sehingga banyak produk pertanian akhirnya tidak bisa lepas dari embel-embel kata “Bangkok”. Salah satu produk pertanian Thailand yang menyerbu Indonesia hingga kini adalah anggrek. Bagaimana penganggrek Thailand mengusahakan anggrek?

penampungan air

penampungan air

Mengusahakan kebun berskala besar , harus menyediakan ketersediaan air yang cukup. Tidak dapat mengandalkan mengandalkan ketersediaan air dari perusahaan air minum (PAM) saja . Pekebun di Thailand, menampung kebutuhan air untuk kebun dengan membuat cubang sederhana. Air di tampung pada cekungan air yang dilapisi dengan plastik sehingga kedap air. Air yang ditampung merupakan air yang berasal dari pengairan sawah. Untuk melakukan penyiraman pekebun menggunakan pompa untuk mengangkat air dan menyiramkannya ke tanaman .

1. Metode penyiraman
Penyiraman dengan springkler

Penyiraman dengan springkler

Macam-macam media anggrek

August 20, 2008

Bermacam-macam media dapat digunakan sebagai media tumbuh bagi anggrek (kecuali tanah) . Media tersebut diantaranya dijelaskan di bawah ini . Tidak tertutup peluang untuk mencoba menggunakan media tanam yang lain , misalnya saja batu apung dan batu zeolit.

Arang kayu
Arang kayu bersifat kering, tidak mudah menyerap air. Sehingga perlu penyiraman yang lebih sering untuk menjaga kelembaban media. Pada dataran rendah media anggrek yang menggunakan arang kayu biasanya disiram dua kali sehari. Pada pagi hari sekitar jam 7 pagi dan sore hari sekitar jam 3 sore.
Cocopeat
Cocopeat merupakan serabut kelapa yang sudah disterilisasi . Cocopeat bersifat menyimpan air. Dengan menggunakan cocopeat penyiraman dapat dilakukan dengan lebih jarang. Penyiraman dilakukan setelah media kering.
Perlakuan cocopeat sebelum digunakan sebagai media tanam untuk anggrek.
Serabut kelapa mengandung zat tanin, atau zat anti gizi. Adanya zat tanin ditandai dengan keluarnya warna merah bata saat serabut kelapa direndam dalam air. Sebekum digunkan rendam selama sehari atau di rebus terlebih dahulu sampai warna merah yang keluar benar-benar berkurang.
Penganggrek Thailand menggunakan cara yang sederhana dalam menggunakan serabut kelapa sebagai media tanam. Lihat foto dibawah ini .

Penggunaan serabut kelapa untuk media anggrek

Penggunaan serabut kelapa untuk media anggrek

Media Moss
Media moss yang dikenal dipasaran ada dua , yaitu yang berbahan dasar rumput laut dan moss yang berbahan akar pohon kadaka.
Moss Spagnum
Moss Spagnum merupakan media yang berbahan rumput laut. Media spagnum biasanya diimpor dari Chili, sehingga harganya cukup mahal, sampai 75 000 rupiah per kilogram. Spagnum merupakan media yang sudah steril , sehingga tidak perlu disterilisasi lagi. Bersifat menyimpan air. Pada dataran rendah Sapgnum Moss dapat disiram dua kali seminggu. Pada dataran tinggi cukup disiram seminggu sekali. Penyiraman harus dilakukan saat spagnum benar-benar kering dan penyiraman benar-benar sampai media benar-benar basah. Pemelihara anggrek dapat melakukan penyiraman dengan merendamnya didalam ember. Apabila memelihara dalam jumlah banyak akan lebih baik menggunakan sistem talang untuk mengairi media.
Moss akar kadaka
Akar kadaka baik pula digunakan sebagai media anggrek ,memiliki sifat yang sama dengan moss spagnum sehingga perlakuan penyiraman kurang lebih sama dengan media spagnum. Sebelum digunakan moss akar kadaka perlu dibersihkan dulu. Rendam dalam ember yang berisi air, sehingga kotoran yang melekat terlepas. Lalu disterilkan dengan direbus.
Media pakis
Media pakis paling banyak digunakan oleh hobiis anggrek. Beberapa keunggulan pakis menjadikan pakis banyak digunakan. Pakis secara alami dialam merupakan tempat menempelnya anggrek, selain berpori , pakis juga menyimpan nutrisi walaupun tetap perlu pupuk untuk memenuhi kebutuhan anggrek. Sayangnya pakis mudah dihinggapi jamur sehingga sejak awal perlu penanganan yang lebih hati-hati bila menggunakan pakis. Saat ini media pakis mulai jarang ditemui dan keberadaannya dialam perlu dilindungi. Sebaiknya gunakan media selain pakis untuk memelihara anggrek.

Memelihara anggrek(1)

August 12, 2008

Bagaimana memelihara anggrek

Menurut orang HRD orang yang sesungguhnya dalam dirinya terdapat sifat-sifat baik, pintar dan berbakat, giat mengembangkan ilmu, suka berusaha dapat menjadi “star” atau justru menjadi “korban” karena faktor lingkungannya. Bila berada pada lingkungan yang mendukung kemungkinan ia menjadi “star” tapi pada lingkungan yang tidak mendukung , skeptis , apatis, cemburu pada kesuksesan orang lain , orang tersebut dapat menjadi “korban “ karena tidak dapat mengembangkan kemampuan dirinya.

Begitu pula dalam hal memelihara anggrek . Anggrek dapat menjadi “star” atau menjadi “victim/korban” dipengaruhi oleh dua faktor yaitu unsur manusianya (yang memelihara) dan unsur diluar yang manusia ( sinar matahari, suhu, kelembaban, dan curah hujan) .

Faktor luar /alam

Faktor alam ini yang agak sulit, karena alam tidak dapat dilawan hanya dapat disiasati oleh manusia. Begitu pula penyiasatan alam/lingkungan perlu biaya. Penyiasatan alam/lingkungan ini disebut dengan pengkondisian.

Pengkondisian anggrek dibuat seperti lingkungan anggrek dialam. Dialam anggrek tumbuh epifit, menempel pada pohon besar. Pohon penaung ini menyebabkan intensitas sinar matahari berkurang sehingga hanya bersisa 40%-60% yang mengenai tanaman anggrek tersebut. Tanaman anggrek juga memerlukan kelembaban yang cukup pula. Kelembaban didapatkan dari curah hujan dan banyaknya pohon-pohon besar menyerap air dan mengurangi penguapan sehinga terbentuk iklim mikro dibawah pohon penaung yang cocok bagi anggrek.

Mampukah manusia mengkondisikan lingkungan seperti itu?

Manusia dpat mengkondisikan lingkungan sampai hampir mirip dengan di alam sehingga anggrek dapat tumbuh dengan baik dan subur. Tempat pengkondisian lingkungan itu disebut dengan green house.

Faktor manusia

Pemupukan , penyiraman dan repotting merupakan otoritas manusia yang memelihara anggrek . Anggrek dapat menjadi baik atau malah mati karena perlakuan manusia.

Unsur Psikologi memelihara anggrek

Memelihara anggrek tidak sama seperti memelihara tanaman yang lain. Perlu perhatian dan rasa cinta terhadap tanaman anggrek. Memelihara anggrek harus menjiwai tanaman tersebut, anggaplah tanaman anggrek seperti tubuh manusia. Makan bila lapar , dan berhenti makan bila kenyang . Terlalu banyak makan tentu tidak baik . Memelihara anggrek , menyiram tidak boleh terlalu basah juga terlalu kering juga tidak baik. Jadi di tengah-tengah. Terlalu basah menyebabkan akar busuk karena akar tergenang air. Begitu pula jamur akan mudah datang. Terlalu kering juga jangan , karena tanaman akan dehidrasi.

Tanaman yang terlalu kering atau kurang air ditandai dengan kondisi daun dimana serat-serat daun akan nampak jelas, tanda air pada daun habis . Lama-lama akan menguning . Memulihkan tanaman yang dehidrasi cukup sulit. Tidak bisa disiram air terus menerus lalu sehat. Perlu waktu minimal 3 bulan untuk memulihkan agar kembali normal. Dari sisi ekonomi sudah menambah biaya karena menambah biaya pemeliharaan selama tiga bulan lagi.

Pemanfaatan Kencing kambing

August 12, 2008

Foto-foto dibawah terpaksa saya ambil di

http://dombagarut.blogspot.com/

teknik fermentasi urine kambing -1

teknik fermentasi urine kambing -1

teknik fermentasi urine kambing- 2

teknik fermentasi urine kambing- 2

Hebat hebatan kencing

August 12, 2008

Hebat mana kencing manusia , sapi atau kambing . Hebat hebatan kencing ini bukan berarti adu bau kencing . Yang jelas ketiga jenis kencing tersebut sama hebatnya. Kencing sapi , kencing kambing dan kencing manusia semua bermanfaat bagi kehidupan.

Kencing sapi berguna sebagai pestisida dan zat tumbuh . Kencing kambing mengandung hormon auksin , dan kencing manusia menurut buku terapi kencing dapat mengatasi banyak penyakit.

Pemanfaatan kencing sapi sebagai pestisida

Kencing sapi dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami dengan ditambahkan dengan rempah (empon-empon ) seperti kunyit, kencur, jahe, dan temu ireng dengan perbandingan 100 liter kencing sapi dicampur dengan 10 kg rempah-rempah. Campuran kencing sapi dan rempah-rempah didiamkan selama empat hari . Dipasaran sekarang kencing sapi dihargai seliter rp. 2000,- . Dengan dimanfaatkan menjadi pestisida maka dapat dijual Rp. 4000,- seliternya. Jadi dapat dijual dua kali lipatnya . selengkapnya.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.